August 09, 2010

Daoed Joesoef - Penolakan Bakrie Award


Acara pemberian anugerah Ahmad Bakrie, Kamis malam pekan lalu, berlangsung tanpa kehadiran Daoed Joesoef, 84 tahun. Bersama penyair Sitor Situmorang, sepekan sebelumnya bekas Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu memang telah menyatakan menolak penghargaan serta hadiah uang Rp 250 juta itu. Ekonom lulusan Sorbonne University tersebut menjelaskan alasan penolakannya.


Apa yang membuat Anda menolak Bakrie Award?

Saya bilang kepada Ulil Abshar dari Freedom Institute yang ditugaskan mengadakan acara, kalau namanya Ulil Award, mungkin akan saya terima. Tidak usah ada uangnya. Saya hargai penghargaan mereka, tapi rasa kemanusiaan saya yang menolak itu.

Apa yang mengusik rasa kemanusiaan Anda?

Saya selama ini berani melawan siapa pun, kecuali nurani saya. Nurani saya mengatakan penghargaan ini datang dari kelompok usaha Bakrie, yang menimbulkan malapetaka di Jawa Timur berupa perusakan alam dan penderitaan ribuan orang.

Alasan ini murni kemanusiaan, bukan karena ada sentimen terhadap Grup Bakrie?

Tidak ada unsur lain selain kemanusiaan dan hati nurani. Saya mengenal Bakrie tapi tidak secara dekat, tidak ada permasalahan personal, apalagi politik. Saya ini orang yang tidak berpolitik. Penolakan ini semua ada filosofinya.

Apa filosofi yang membuat Anda menolak penghargaan ini?

Ibu saya mengatakan, dalam hidup ini, adakalanya kita menerima dan memberi. Tangan orang yang menerima selalu ada di bawah tangan orang yang memberi. Apalagi tangan yang memberi itu berlumpur? Jadi bersihkan dulu tangan itu.

Adakah keluarga atau teman yang menentang penolakan itu?

Wah, tidak ada, mereka sudah tahu soal ini. Dua tahun lalu saya membuat pameran lukisan yang menggambarkan keprihatinan atas bencana lumpur itu. Judulnya Ratapan Kemanusiaan.

Apa pesan di balik penolakan ini?

Dalam berbisnis, kita berhubungan dengan manusia dan alam. Jangan sampai demi mencari untung, kita merusak alam. Alam ini buku kedua dari Tuhan, buku pertama tentu kitab suci. Bahasa dari alam adalah ilmu pengetahuan, jadi jangan kita rusak.





hasil wawancara dengan Daoed Joesoef

No comments:

Post a Comment